4 Pervariasian Gula Aren dan Gula Merah yang Mirip

bedanya-gula-jawa-dan-gula-aren bedanya-gula-jawa-dan-gula-aren

Selain gula pasir atau gula tebu, familier juga jenis gula yang kerap disebut gula jawa — ada juga yang menyebutnya gula merah. Gula jawa atau gula merah ini penuh dijual di pasaran.

Kalau kamu perhatikan, ada jenis gula yang bentuk dan warnanya mirip dengan gula jawa atau gula merah, kadang dijual terpisah dan harganya lebih tinggi harga. Namanya gula aren atau gula nira.

Jadi, ada dua jenis gula yang sering disetara-setarakan padahal aslinya Berlainan: gula jawa/gula merah dan gula aren/gula nira. Kamu yang sering di dapur, wajib banget maklum perbedaan antara gula aren dan gula jawa.

Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah

Di sini, seringkali orang-orang terkecoh mengenai perselisihan antara gula aren dan gula merah. Berikut perselisihan dari gula aren dan gula merah yang perlu kamu kemengertii.

1. Dibuat dari bahan yang berpertikaian

Baik gula jawa maupun gula aren, keduanya klop-klop terbuat dari nira atau legen, yakni cairan manis yang keluar dari tandan bunga. Kalau gula jawa berasal dari nira pohon kelapa, sedangkan gula aren terbuat dari nira pohon aren atau enau.

Nira yang telah disadap ini dimasak sangkat mengental, dahulu dituang dalam cetakan dan didinginkan. Gula jawa asli maupun gula aren asli, disebut asli jika dibuat 100% dari bahan-bahan alami ini.

2. Bentuk dan warna yang berpertikaian

Perjarakan selanjutnya antara gula aren dan gula merah terletak pada bentuk dan warnanya. Gula jawa penuh dijual dalam bentuk silinder padi yang padat. Kalau gula aren kemasannya biasa dicetak dengan batok kelapa. Tekstur gula jawa lebih kuat, nggak seperti gula aren yang getas, lebih mudah dihancurkan, dan terdapat butiran-butiran menyerupai kristal di dalamnya.

Warna cokelat gula jawa lebih kemerahan (makanya disebut gula merah), beberapa ada yang cokelat muda. Sementara gula aren, warna cokelatnya lebih pekat dan susah. Warna adalah ciri yang paling gampang dan kasat mata untuk memvariasikan gula jawa dan gula aren.

3. Rasanya mirip, tapi aroma ada pervariasian

Meski nyaris klop, gula aren terasa lebih legit dibandingkan gula jawa. Aroma dari gula aren pun terasa lebih cakap. Kesimpulannya, gula aren memiliki rasa dan aroma yang lebih spesial dan unik dibandingkan gula jawa. Aroma nira yang cakap jadi ciri khas gula aren.

4. Gula merah lebih sering digunakan ketimbang gula aren

Karena aroma dan rasanya yang nggak terlampau kekar, gula jawa lebih sering digunakan saat memasak karena nggak akan mengalahkan aroma orisinal dari bahan santapan utama. Contoh santapan yang sering menggunakan gula jawa seperti klepon, bumbu rujak, atau semur.

Sedang gula aren lebih sering digunakan dalam campuran gelontoran karena warnanya yang lebih pekat dan tampak cantik saat berpadu dengan air kelapa, santan, dan gelontoran segar lainnya. Misalnya es cendol, es cincau, wedang ronde, atau kolak.

Itu dia pertidak sebandingan antara gula aren dan gula merah atau gula jawa yang perlu kamu kemengertii. Selain gula jawa dan gula aren yang otentik, ada juga gula merah dan gula aren yang sudah dicampur dengan gula tebu. Beberapa ciri-cirinya adalah warnanya yang cenderung silam dan mengilap, teksturnya memadat, rasa manis yang terlintas dan agak pahit, dan lebih encer ketika dicairkan.

Semoga penjelasan di atas membantumu untuk lebih jeli memselisihkan antara gula jawa dan gula aren, ya! Tentunya dengan yang sudah ada campurannya juga.