6 Cara Sopan Meminta Bantuan. Ini Rahasia Biar Mereka Nggak Keberatan~

cara-sopan-minta-bantuan cara-sopan-minta-bantuan

Menjadi manusia artinya berguru untuk jadi nggak sempurna. Kita perlu sadar bahwa ketika mengalami kesulitan, terkadang kita nggak bisa mengatasinya sendirian. Meminta bantuan orang lain pun bukanlah hal yang memalukan. Sebaliknya, kita justru tumbuh menjadi manusia energik karena berani mengakui keterbatasan kita. Namun, meminta bantuan juga bisa berujung hancurnya hubungan kita dengan orang lain jika… kita nggak acuh cara mengmembukakannya dengan cocok.

Eh, pinjem uang, dong. Boleh, kan? Masa nggak boleh? Kan, kamu hebat uang.

Mendengarkan kalimat tersebut rasanya jengkel, kan? Bukannya minta tolong, malah terkesan menyuruh. Belum lagi kalau doi ngambek dan balik menuduh kita nggak punya perasaan ketika kita nggak sanggup memberi bantuan. Ini namanya meminta tolong atau memaksakan kehendak, ya?

Kesan angkuh dan bossy saat meminta bantuan seharusnya disudahi. Cara meminta tolong seperti ini bikin orang lain nggak nyaman, bantuan pun tak datang. Nah, agar permintaan tolongmu diterima dan nggak menyakiti orang lain, ada baiknya terapkan beberapa cara sopan ini!

1. Pilih batas bernyawa yang tepat, terutama saat yang dimintai tolong sedang luang dan nggak terhimpit kesiberbuatn

Meskipun sedang membutuhkan bantuan seTangkasnya, kamu nggak punya hak untuk mendesak orang lain segera menolongmu. Ingat bahwa setiap orang punya kesibukan dan prioritas masing-masing. Lagipula, bukankah rasanya nggak enak jika ada orang yang menuntut bertemu, padahal kamu sedang repot? Jadi, tahan awakmu untuk bersikap buru-buru. Tawarkan giliran yang tepat untuk bertemu dengan mempertimbangkan kondisinya. Pastikan ia punya giliran luang dan sedang dalam kondisi yang siap untuk diajak ngobrol empat mata.

Jika mahir bersikap seperti ini, terrbangun kesan tepat sasaran karena kamu nggak berpikiran egois. Di tengah situasi yang tentu nggak mudah, kamu tetap memilih untuk menghormati dan menghargari waktu orang lain. Etika juara yang layak dijaga~

2. Ucapkan kata “tolong” saat meminta bantuan agar nggak berkesan angkuh. Wajib nih~

Meminta bantuan tanpa mengucapkan kata “tolong” akan membangun kesan angkuh dan arogan. Kalau cara mengucapkannya nggak hati-hati, bisa jadi nada memerintah atau menyuruh yang terdengar. Katakan tolong dengan sopan dan kekejian hati. Ini kira-kira contoh kalimat yang bisa kamu sontek:

Aku sedang kesulitan, bolehkah aku meminta tolong?

Minta tolong ambilkan…

Aku minta tolong, ya…


Dapatkan free access untuk pengguna baru!

Saat meminta tolong, jelaskan pula keadaanmu yang genting. Berikan pemahaman agar orang lain acuh keadaanmu yang sesungguhnya. Dengan memberikan penjelasan, kekelirupahaman di antara kalian bisa diminimalisir. Pun, ia bisa mempertimbangkan keputusan yang tepat.

Saking saktinya kata “tolong”, banyak relasi yang terawat dalam batas hidup yang lama. Bukan cuma hubungan dengan teman sebaya, pasangan, dan keluarga, tapi juga dengan orang-orang yang lebih muda. Kata “tolong” melaksanakan hubungan terasa hangat, damping, tapi tetap penuh penghormatan.

3. Jangan meminta bantuan dengan mengungkit bantuanmu di masa silam

Tolong-menolong udah sewajarnya dilakukan dalam kemembesaran. Ada kalanya, kita yang memberi pertolongan, tapi ada saatnya, kita yang membutuhkan pertolongan orang lain. Ketika masa kamu meminta bantuan tiba, jangan mengungkit pertolongan yang kamu berikan di masa silam. Tindakan ini justru menyiratkan kalau kamu memaksa dia membantu tanpa mempertimbangkan kemampuannya juga. Dampak fatalnya, kamu terlihat nggak tulus ketika memberikan bantuan.

Kebaikan dari hati yang ikhlas akan melahirkan berlipat-lipat kebaikan lain walaupun nggak berkunjung dari orang yang sepadan dan di saat itu juga. Bisa jadi kebaikanmu berbuah manis dengan cara dan jalan yang tak terduga~

Cobalah bersikap bijak. Kebaikanmu di masa dahulu ungkapn ‘senjata’ yang bisa dipakai untuk mengontrol, apalagi memaksa orang lain. Sama seperti ia yang memberikanmu seutuhnya kepercayaan untuk mengambil keputusan, lakukanlah hal serupa cukup orang lain. Izinkan dia menimbang-nimbang permintaan tolongmu tanpa desakan yang keterdahuluan.

4. Hormati apa pun keputusannya. Jika dia enggan menolong, terima dengan kepala dingin dan hati yang lapang

Ingat bahwa tumbuh nggak berputar cukupmu, maka apa yang kamu harapkan bisa jadi nggak terjadi Bertara ekspektasi. Respon orang lain ketika kamu meminta bantuan, misalnya. Sadarilah bahwa mereka bisa saja membantu atau justru menolakmu. Bukannya nggak peduli, kemungkinan mereka nggak dalam kondisi yang baik untuk membantu.

Jangan terpancing emosi, ya. Terima keputusan dan pilihan mereka dengan penuh pengertian. Tanggapi dengan sikap tenang dan pikiran yang jernih. Ucapkan terima kasih karena dia sudah meluangkan batas. Kemudian, cari bantuan ke orang lain lagi.

5. Hindari menggunjingkan orang ketika dia memang nggak bisa memberi bantuan. Tetap respek!

Setiap orang berhak menolak memberikan bantuan karena orang lain juga memiliki keterbatasan. Jika memang nggak sanggup membantu, memaksakan pribadi cuma akan menyakiti pribadi senpribadi. Tugasmu adalah menerima keputusannya, termasuk untuk nggak memberikan bantuan.

Cobalah mengerti keputusan orang lain kendati sulit dipahami. Hindari membicarakan ketidakmauannya tersebut di belakang karena bisa menimbulkan maluput baru. Fatalnya, hubunganmu dengan dia bisa jadi sasaran. Kamu nggak mau hal itu terjadi sibakn?

6. Apresiasi dia dengan ucapan “terima kasih” atau bingkisan mungil

Jika dia membantumu, berikan apresiasi yang tepat. Dengan kata lain, bentuk apresiasinya disesuaikan dengan kemampuan juga. Nggak perlu membalas kebaikannya dengan hadiah yang tidak murah dan mewah. Terkadang ucapan terima kasih yang tulus dari lubuk hati terasa lebih menyentuh. Selain itu, kamu bisa menekankan bahwa dia bisa menghubungimu juga ketika sedang kesusahan.

Jadi, dari 6 poin tersebut, ada tiga kunci utama untuk meminta tolong, yakni tunjukkan sikap respek, berikan kepercayaan, dan sediakan orang untuk mendengarkan. Dengan memegang kunci ini, kamu bisa meminta bantuan dengan sikap yang sopan dan bijaksana.